Minggu, 05 Maret 2017

MADRASAH IKUTI SELEKSI PPMN WILAYAH KEDU

          MAGELANG – PPMN atau Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional adalah perkemahan akbar yang diikuti oleh seluruh kontingen terpilih dari masing-masing wilayah di Indonesia. Dalam rangka mengikuti seleksi Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional, madrasah berbasis pesantren kali ini menunjuk enam belas anggota DKA Bantara untuk turut berpartisipasi dalam seleksi awalnya, yakni PPM Wilayah Kedu yang berlangsung di Pantai Petanahan, Kebumen selama tiga hari, Jumat-Minggu(24-26/02).
          Jauh-jauh hari sebelum itu, banyak sekali persiapan yang dilakukan entah itu persiapan mental maupun materi. Mereka yang terpilih oleh pihak pembina rela mengorbankan waktu belajarnya di kelas selama seminggu hanya untuk mengejar ketertinggalan persiapan perkemahan yang mereka lakukan. Bahkan dua hari sebelum pemberangkatan, mereka rela menginap di sekolah untuk hal tersebut.
          “Setelah mendapat amanat dari madrasah, kami berusaha mempersiapkan apa yang tertera dalam persyaratan tersebut secara maksimal,” ujar Melin, salah satu DKA Bantara dari sangga Ratnaningsih.
           Adapun persiapan yang dilakukan secara fisik adalah PBB, pionering, latihan pentas seni dan yel-yel semangat di lapangan MAN 1 Magelang, serta pembuatan short movie atau film pendek.
          Perlombaan yang diikuti ketika di Kebumen banyak sekali meliputi lomba pionering dengan tema ‘sesuatu yang khas dari daerahnya masing-masing’ dan kontingen dari MAN 1 Magelang membuat pionering Stupa Borobudur. Kemudian ada lomba Short Movie dengan tema ‘madrasahku masa depanku’ dan judul “Darah Pemimpin”. Lomba selanjutnya ialah Orientering atau semacam wide games, disana belum ada persiapan materi sama sekali dari kontingen MAN 1 Magelang, namun mereka mampu memecahkan rentetan rintangan yang dihadapi.
          Lanjut, lomba story telling dengan tema ‘pahlawan Islam’. Kontingen madrasah karet ini mengeluarkan story telling yang berjudul “Kisah Syaikh Subakir” yang mana di dalamnya menceritakan banyak sekali perjuangan Syaikh Subakir dalam menyebarkan Islam di Jawa Tengah, khususnya di Magelang. Story telling ini dibawakan oleh Diki Nugroho dari sangga Fatahillah dan Riskalis dari sangga Ratnaningsih.
          Adapun lomba yang lain ialah lomba Paskibra, lomba pentas seni, yel-yel semangat, dan ketendaan. Mereka mengikuti lomba-lomba tersebut dengan action yang sangat maksimal agar memperoleh hasil yang maksimal pula. Adapun juara yang diraih adalah ketendaan dengan predikat juara II.
          “PPMN wilayah kedu ini membuat kita semakin bersemangat untuk action secara intern maupun ekstern, memberikan kami pelajaran baru, dan menumbuhkan semangat kami untuk membuktikan kamilah yang terbaik,” ujar Betta Ade, peserta dari sangga Fatahillah.
          Di hari terakhir(26/02), mereka di Pantai Petanahan Kebumen, mereka saling berbagi banyak hal dengan kontingen yang lain dan mereka menerapkan prinsip “Siapapun nanti yang akan maju ke Semarang, harus tetap didukung, karena bukan menang kalah yang kita incar, tetapi proses”
          Akhirnya diumumkan pula juara umum PPM wilayah kedu yakni MAN 2 Kebumen, semua bersorak-sorak bergembira. Namun, dari beberapa pertimbangan akhirnya wilayah Kedu menunjuk MAN Temanggung untuk mewakili ke seleksi selanjutnya yang akan berlangsung di Semarang.
          Salam pramuka!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar